Apa Itu Chorioretinitis? Ini Penjelasan Lengkapnya

Oleh Tim Medis JEC

  04 Jun 2026

  151 Views

Share
chorioretinitis

Chorioretinitis merupakan peradangan pada retina dan koroid, yaitu dua bagian penting yang terdapat pada belakang mata dan berperan dalam proses pengelihatan. Kondisi ini dapat memengaruhi gangguan penglihatan secara bertahap dan sering kali menimbulkan gejala yang tidak disadari pada tahap awal.

Peradangan pada retina dan koroid dapat dipicu oleh infeksi maupun penyakit noninfeksi, serta berisiko menyebabkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami penyebab, gejala, diagnosis, hingga cara mengatasi kondisi ini dalam artikel berikut. 

Apa Itu Chorioretinitis?

Chorioretinitis adalah peradangan yang terjadi pada retina dan koroid. Retina merupakan lapisan saraf yang berfungsi menangkap cahaya dan mengirimkan sinyal visual ke otak, sedangkan koroid merupakan lapisan yang kaya akan pembuluh darah dan bertugas menyuplai oksigen dan nutrisi ke retina melalui pembuluh darah.

Karena kedua struktur ini saling berhubungan erat, peradangan pada salah satunya sering kali juga melibatkan struktur lainnya. Chorioretinitis merupakan salah satu jenis uveitis posterior, yaitu peradangan yang terjadi pada bagian belakang mata. 

Penyebab Chorioretinitis

Chorioretinitis dapat terjadi akibat infeksi maupun kondisi noninfeksi. Berikut beberapa penyebab chorioretinitis yang paling umum: 

Penyebab Infeksi

Beberapa mikroorganisme penyebab infeksi yang dapat menyebabkan chorioretinitis meliputi: 

  • Toxoplasma gondii (toxoplasmosis).
  • Cytomegalovirus (CMV).
  • Mycobacterium tuberculosis (TB).
  • Treponema pallidum (sifilis).
  • Infeksi jamur.
  • Infeksi virus, seperti Varicella-zoster virus (VZV), Zika, dan Rubella.

Penyebab Noninfeksi

Selain infeksi, penyakit chorioretinitis juga dapat dipicu oleh beberapa kondisi noninfeksi. Berikut beberapa di antaranya: 

  • Penyakit autoimun dan inflamasi sistemik.
  • Sarkoidosis
  • Penyakit Bechet
  • Cedera atau trauma mata.
  • Kelainan genetik tertentu.
  • Beberapa jenis kanker, seperti limfoma atau kanker metastatik.

Baca juga: Kenapa Bola Mata Sakit? Pahami Kemungkinan Penyebabnya

Gejala Chorioretinitis

Gejala chorioretinitis dapat berbeda pada setiap orang, tergantung tingkat peradangan dan bagian mata yang terdampak. Adapun gejala chorioretinitis yang umum terjadi meliputi:

  • Penglihatan kabur atau menurun.
  • Muncul floaters (bintik atau bayangan melayang dalam lapang pandang)
  • Mata lebih sensitif terhadap cahaya (fotofobia).
  • Melihat kilatan cahaya.
  • Sulit membedakan warna dengan jelas.

Pada beberapa kasus, nyeri dan mata merah dapat muncul jika peradangan telah meluas hingga melibatkan bagian depan mata (panuveitis).

Diagnosis Chorioretinitis

Untuk memastikan adanya chorioretinitis, dokter mata akan terlebih dahulu melakukan anamnesis atau wawancara medis guna menggali keluhan pasien, riwayat kesehatan, serta kemungkinan faktor risiko infeksi maupun penyakit lain yang mendasarinya. 

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan mata secara menyeluruh untuk menilai kondisi retina dan koroid serta melihat tanda-tanda peradangan yang terjadi di bagian belakang mata.

Salah satu langkah penting dalam pemeriksaan untuk mendiagnosis chorioretinitis adalah dilated eye exam atau pemeriksaan mata dengan pelebaran pupil. Pada prosedur ini, dokter memberikan obat tetes mata agar pupil melebar sehingga bagian belakang mata dapat terlihat lebih jelas.

Selain itu, pemeriksaan penunjang lain yang mungkin dilakukan meliputi:

  • Optical Coherence Tomography (OCT): Untuk menghasilkan gambaran detail lapisan retina dan melihat adanya pembengkakan atau kerusakan jaringan.
  • Fluorescein angiography: Untuk menilai aliran pembuluh darah di retina serta mendeteksi kebocoran atau kelainan pada pembuluh darah.
  • Indocyanine Green (ICG) angiography: Digunakan untuk mengevaluasi kondisi pembuluh darah pada koroid.
  • Tes laboratorium: Pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk mengidentifikasi infeksi sistemik yang menyebabkan chorioretinitis.

Komplikasi Chorioretinitis

Gejala chorioretinitis yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan berbagai komplikasi pada mata, seperti katarak, glaukoma, neovaskularisasi koroid (pertumbuhan pembuluh darah abnormal), neuropati optik, sampai retina lepas (retinal detachment). Risiko komplikasi umumnya meningkat apabila peradangan berlangsung lama atau sudah merusak retina dan koroid.

Baca juga: Tidur Mata Terbuka, Aman atau Berisiko? Ini Fakta Lengkapnya

Pengobatan Chorioretinitis

Apabila penyakit chorioretinitis terjadi akibat infeksi, pengobatan akan disesuaikan dengan jenis infeksi yang menjadi penyebabnya, seperti:

  • Antibiotik untuk infeksi bakteri.
  • Obat antivirus untuk infeksi virus.
  • Obat antijamur untuk infeksi jamur.
  • Obat antiparasit untuk infeksi parasit.

Selain itu, dokter juga dapat memberikan kortikosteroid untuk membantu meredakan peradangan pada retina dan koroid. Penggunaan obat ini biasanya diawasi secara ketat karena tidak dianjurkan untuk jangka panjang.

Demikian penjelasan mengenai chorioretinitis, mulai dari penyebab, gejala, hingga diagnosis dan penanganannya. Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena peradangan pada retina dan koroid dapat memengaruhi kualitas penglihatan, bahkan berisiko menyebabkan gangguan penglihatan permanen jika tidak ditangani dengan cepat.

Jika Anda mengalami gejala seperti penglihatan kabur, floaters, mata sensitif terhadap cahaya, atau keluhan lain yang mengarah pada chorioretinitis, segera konsultasikan dengan dokter spesialis mata agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang lebih komprehensif, Anda dapat memanfaatkan layanan Vitreoretina di JEC Eye Hospitals and Clinics. Layanan ini secara khusus menangani berbagai gangguan retina dan bagian belakang mata, termasuk chorioretinitis.

Seluruh proses diagnosis dan penanganan di JEC Eye Hospitals and Clinics didukung oleh teknologi medis modern sehingga pemeriksaan dapat dilakukan secara menyeluruh dan disesuaikan dengan kondisi setiap pasien.

Baca juga: Apa Itu Iridosiklitis? Kenali Penyebab dan Gejalanya 

icon-doctor