Kenali Jenis-Jenis Astigmatisme dan Cara Mengatasinya

Oleh Tim Medis JEC

  21 Aug 2026

  11 Views

Share
jenis astigmatisme

Astigmatisme adalah kelainan refraksi yang terjadi ketika kornea atau lensa mata memiliki kelengkungan yang tidak merata.

Kondisi tersebut membuat cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus pada satu titik di retina sehingga penglihatan dapat terlihat buram, berbayang, atau terdistorsi, baik saat melihat dekat maupun jauh.

Astigmatisme dapat dikelompokkan dengan beberapa cara karena setiap klasifikasi melihat bagian mata, pola kelengkungan, arah meridian, atau posisi fokus cahaya yang berbeda.

Agar lebih mudah memahaminya, kenali jenis-jenis astigmatisme berikut beserta pilihan penanganannya.

Jenis-Jenis Astigmatisme yang Perlu Diketahui

Seseorang bisa masuk ke dalam lebih dari satu klasifikasi astigmatisme sekaligus. Misalnya, berdasarkan bagian/lokasi mata yang terdampak, keteraturan lensa, titik fokus cahaya, serta  berdasarkan arah meridian utamanya.

Meridian mata merupakan garis imajiner pada permukaan kornea yang digunakan untuk menggambarkan arah kelengkungan mata, misalnya arah vertikal dan horizontal.

Berikut penjelasan tentang jenis-jenis astigmatisme yang dibagi berdasarkan beberapa faktor tertentu:

Jenis Astigmatisme Berdasarkan Lokasi Penyebab

Berdasarkan bagian mata yang berperan dalam terjadinya gangguan refraksi, astigmatisme dapat dibagi menjadi:

  • Corneal astigmatism (astigmatisme korneal): Jenis ini terjadi karena kelengkungan kornea tidak normal atau tidak merata. Astigmatisme korneal merupakan bentuk yang paling umum.
  • Lenticular astigmatism (astigmatisme lentikular): Kelainan yang berasal dari lensa mata. Kondisi ini dapat berhubungan dengan perubahan bentuk, posisi, atau karakteristik pembiasan lensa.
  • Retinal astigmatism (astigmatisme retinal): Jenis ini dikaitkan dengan posisi makula yang oblik atau miring. Makula sendiri merupakan bagian kecil di tengah retina yang berperan penting dalam menghasilkan penglihatan yang tajam dan detail sehingga perubahan posisinya dapat memengaruhi proses pembentukan fokus.

Jenis Astigmatisme Berdasarkan Keteraturan/Kelengkungan Lensa

Berdasarkan pola kelengkungan lensanya, astigmatisme dibedakan menjadi dua, yakni astigmatisme reguler dan astigmatisme ireguler.

  • Regular Astigmatism: Kelengkungan memang tidak normal, tetapi pola perbedaannya masih relatif teratur atau simetris. Oleh karena itu, koreksinya umumnya lebih mudah dilakukan dengan menggunakan kacamata atau lensa kontak yang sesuai.
  • Irregular astigmatism: Kelengkungan kornea tidak merata dan polanya lebih sulit diprediksi. Kondisi ini dapat berkaitan dengan masalah pada kornea, misalnya keratokonus atau jaringan parut kornea. Diperlukan pemeriksaan lebih mendalam untuk menentukan penyebab dan koreksi yang paling tepat.

Baca juga: Astigmatisme (Mata Silinder): Ciri, Sebab, & Cara Mengobati

Jenis Astigmatisme Berdasarkan Arah Meridian Utama

Meridian dapat dibayangkan sebagai garis-garis yang melewati permukaan mata, seperti arah jarum jam. Perbedaan kelengkungan pada meridian tersebut menghasilkan beberapa jenis astigmatisme berikut:

  • With-the-Rule (WTR): Meridian vertikal lebih curam dibandingkan meridian horizontal. Jenis ini termasuk yang umum ditemukan.
  • Against-the-Rule (ATR): Meridian horizontal lebih curam daripada meridian vertikal. Pola ini lebih sering dijumpai seiring bertambahnya usia.
  • Oblique Astigmatism: Meridian utama berada pada arah miring, bukan tepat horizontal atau vertikal.
  • Bi-oblique Astigmatism: Kedua meridian utama tidak membentuk sudut 90 derajat satu sama lain.

Jenis Astigmatisme Berdasarkan Titik Fokus Refraksi Cahaya

Astigmatisme juga dapat dikelompokkan berdasarkan lokasi cahaya difokuskan terhadap retina, yakni:

  • Simple Astigmatism: Terjadi ketika satu meridian memfokuskan cahaya tepat pada retina, sedangkan meridian lainnya tidak. Jika fokus meridian lainnya berada di depan retina, kondisi tersebut disebut simple myopic astigmatism. Jika berada di belakang retina, disebut simple hyperopic astigmatism.
  • Compound Astigmatism: Kedua meridian sama-sama tidak memfokuskan cahaya secara tepat pada retina. Compound myopic astigmatism terjadi ketika keduanya berfokus di depan retina, sedangkan compound hyperopic astigmatism terjadi ketika keduanya berfokus di belakang retina.

Sementara itu, mixed astigmatism terjadi ketika satu meridian memfokuskan cahaya di depan retina dan meridian lainnya di belakang retina.

Diagnosis Astigmatisme

Pada diagnosis penyebab astigmatisme, dokter akan mengawali pemeriksaan dengan anamnesis atau wawancara medis untuk mengetahui keluhan yang dirasakan pasien, riwayat gangguan penglihatan, penggunaan kacamata atau lensa kontak, serta riwayat cedera maupun tindakan pada mata.

Setelah itu, beberapa pemeriksaan dapat dilakukan untuk memastikan adanya gejala astigmatisme dan mengetahui tingkat keparahannya. Berikut di antaranya:

1. Pemeriksaan Ketajaman Penglihatan

Pemeriksaan ketajaman penglihatan dilakukan untuk mengetahui seberapa jelas pasien dapat melihat objek pada jarak tertentu.

Biasanya, pasien akan diminta membaca huruf atau simbol pada bagan penglihatan dari jarak yang telah ditentukan. Hasilnya membantu dokter menilai apakah terdapat penurunan fungsi penglihatan.

2. Pemeriksaan Refraksi

Pemeriksaan refraksi bertujuan untuk mengetahui kebutuhan koreksi penglihatan pasien. Dokter akan menggunakan beberapa lensa dengan kekuatan berbeda dan meminta pasien membandingkan mana yang memberikan penglihatan paling jelas. Pemeriksaan ini juga membantu menentukan besarnya koreksi silinder yang diperlukan.

3. Retinoskopi

Retinoskopi dilakukan dengan mengarahkan cahaya ke dalam mata untuk menilai bagaimana cahaya dipantulkan oleh retina. Dari pemeriksaan ini, dokter dapat memperkirakan kekuatan refraksi sekaligus mengetahui sumbu astigmatisme.

4. Keratometri

Keratometri digunakan untuk mengukur kelengkungan kornea. Pemeriksaan ini dapat membantu mengetahui apakah terdapat perbedaan kelengkungan pada meridian tertentu yang menjadi ciri astigmatisme korneal.

5. Pemeriksaan Slit Lamp dan Topografi Kornea

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan menggunakan slit lamp untuk melihat struktur bagian depan mata secara lebih detail.

Pada kondisi tertentu, topografi kornea dapat digunakan untuk memetakan bentuk dan kelengkungan permukaan kornea sehingga pola astigmatisme dapat dianalisis dengan lebih rinci.

Pasien juga dapat menjalani tes mata silinder sebagai pemeriksaan awal. Namun, hasil tes mandiri tetap tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter mata.

Baca juga: Kenali Jenis Lensa Kacamata & Tips Memilih yang Tepat

Penanganan Astigmatisme

Penanganan astigmatisme disesuaikan dengan jenis, tingkat keparahan, penyebab, kondisi kornea, serta kebutuhan penglihatan pasien.

Pada astigmatisme ringan tanpa keluhan berarti, dokter mungkin belum menyarankan koreksi tertentu. Jika kondisi mulai mengganggu penglihatan, beberapa pilihan penanganan berikut dapat dipertimbangkan.

1. Menggunakan Kacamata dengan Lensa Silinder

Kacamata merupakan salah satu pilihan yang paling umum untuk membantu mengoreksi astigmatisme. Lensa silinder dirancang untuk mengimbangi perbedaan kekuatan refraksi pada meridian mata sehingga cahaya dapat difokuskan dengan lebih tepat pada retina.

2. Menggunakan Lensa Kontak

Lensa kontak juga dapat digunakan untuk mengoreksi astigmatisme. Toric soft lens memiliki desain khusus dengan kekuatan refraksi yang berbeda pada meridian tertentu. Sementara itu, rigid gas permeable lens dapat dipertimbangkan pada beberapa kasus, termasuk astigmatisme tidak teratur, sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter.

3. Menggunakan Ortokeratologi atau Ortho-K

Ortokeratologi atau Ortho-K menggunakan lensa kontak kaku khusus yang biasanya dipakai pada waktu tertentu untuk membantu membentuk permukaan kornea secara sementara. 

Setelah lensa dilepas, penglihatan dapat menjadi lebih jelas tanpa menggunakan kacamata atau lensa kontak pada siang hari. Efeknya bersifat sementara sehingga penggunaannya perlu mengikuti arahan dokter.

4. Menjalani LASIK

Bagi pasien yang memenuhi kriteria, LASIK (Laser-Assisted in Situ Keratomileusis) dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengoreksi astigmatisme.

Prosedur ini bekerja dengan membentuk kembali kornea menggunakan laser sehingga cahaya dapat difokuskan lebih tepat ke retina.

Kelayakan menjalani LASIK perlu ditentukan melalui pemeriksaan mata menyeluruh. Jika Anda ingin mengetahui apakah prosedur ini sesuai dengan kondisi mata Anda, konsultasikan melalui  layanan LASIK di JEC Eye Hospitals and Clinics.

JEC menggunakan teknologi femtosecond laser untuk membantu pembuatan flap secara bladeless atau tanpa pisau dengan tingkat akurasi yang tinggi. Pada teknologi 7D Z-LASIK, proses laser untuk mengoreksi kelainan refraksi juga dapat berlangsung lebih cepat.

Dengan penanganan yang tepat dari JEC Eye Hospitals and Clinics, Anda dapat memperoleh kualitas penglihatan yang lebih optimal sekaligus mengurangi ketergantungan pada kacamata maupun lensa kontak saat menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca juga: Apa Penyebab Mata Plus di Usia Muda? Inilah Jawabannya!

icon-doctor