Mata Cekung pada Bayi: Tanda Dehidrasi yang Perlu Diwaspadai
Mata bayi yang terlihat cekung tidak boleh dianggap sepele. Sebab, kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda dehidrasi berat yang memerlukan penanganan medis segera. Jika tidak segera ditangani, dehidrasi bisa menyebabkan komplikasi serius pada bayi, seperti kerusakan otak hingga kejang.
Oleh karena itu, bila melihat mata cekung pada bayi, orang tua harus segera waspada agar bayi mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk informasi lengkap mengenai penyebab mata cekung pada bayi, simak ulasan berikut ini.
Apa yang Menyebabkan Mata Cekung pada Bayi?
Mata cekung adalah kondisi di mana bola mata tampak lebih masuk ke dalam rongga mata. Jika kondisi ini terjadi pada bayi, biasanya disebabkan oleh dehidrasi atau kurang cairan.
Saat bayi kehilangan terlalu banyak cairan, jaringan di sekitar mata akan menyusut sehingga membuat mata tampak cekung. Gejala ini baru akan muncul ketika bayi sudah mengalami dehidrasi berat.
Penyebab Dehidrasi yang Memicu Mata Cekung pada Bayi
Berdasarkan tinjauan klinis dari National Library of Medicine (2024), bayi dan anak-anak lebih rentan mengalami dehidrasi dibandingkan orang dewasa karena beberapa faktor fisiologis berikut:
- Persentase air dalam tubuh bayi jauh lebih tinggi. Total cairan tubuh (total body water) pada bayi mencapai sekitar 65–80% dari berat badannya, sementara pada orang dewasa hanya berkisar 50–75%. Artinya, kehilangan cairan dalam jumlah yang sama akan berdampak lebih besar pada bayi dibandingkan dengan orang dewasa.
- Bayi memiliki rasio luas permukaan tubuh terhadap berat badan yang lebih besar. Kondisi ini membuat penguapan cairan melalui kulit terjadi jauh lebih cepat sehingga bayi lebih mudah kehilangan cairan tanpa disadari.
- Bayi sepenuhnya bergantung pada pengasuh untuk memenuhi kebutuhan cairannya. Mereka belum mampu mengomunikasikan rasa haus, apalagi mengambil minum sendiri sehingga keterlambatan pemberian cairan saat sakit atau cuaca panas dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
Selain itu, faktor lingkungan atau kondisi medis tertentu juga dapat menjadi penyebab bayi dehidrasi, yang meliputi:
- Diare.
- Muntah terus-menerus.
- Demam di atas 38°C.
- Asupan cairan yang tidak mencukupi, misalnya karena bayi sulit menyusu atau menolak minum.
- Cuaca yang sangat panas atau keringat berlebihan.
- Luka bakar yang luas.
- Penyakit tertentu, seperti ketoasidosis diabetik (DKA) atau diabetes insipidus, meskipun kondisi ini relatif jarang terjadi pada bayi.
Baca juga: 7 Penyebab Mata Bayi Kuning dan Cara Mengatasinya
Kapan Mata Cekung pada Bayi Perlu Diwaspadai sebagai Kondisi Darurat?
Ketika mengalami dehidrasi, tubuh bayi tidak hanya kehilangan air, tetapi juga elektrolit penting, seperti natrium dan kalium, yang berperan dalam menjaga fungsi saraf, otot, dan organ tubuh. Jika tidak segera ditangani, dehidrasi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat dan mengganggu sirkulasi darah sehingga berisiko menyebabkan syok.
Karena itu, orang tua perlu mengenali tanda-tanda bayi dehidrasi berat, seperti:
- Mata bayi terlihat layu dan cekung ke dalam.
- Tangan terasa dingin dan kulit tampak berbercak (pola kulit tidak merata dengan warna kemerahan atau kebiruan).
- Terlihat sangat lemas.
- Frekuensi buang air kecil berkurang, bahkan tidak buang air kecil sama sekali.
Diagnosis Dehidrasi pada Bayi
Diagnosis dilakukan oleh dokter melalui anamnesis (wawancara medis) dengan orang tua dan pemeriksaan fisik secara langsung.
Selama anamnesis, dokter akan menanyakan beberapa hal, seperti pola buang air kecil, gejala penyerta, asupan cairan, serta perilaku bayi. Kemudian, dokter akan memeriksa tanda-tanda fisik pada tubuh bayi untuk mengategorikan dehidrasi menjadi ringan hingga sedang.
Untuk kasus dehidrasi berat, dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang, seperti tes darah dan urine untuk menilai kadar elektrolit dan fungsi ginjal.
Baca juga: Kenapa Mata Bayi Merah? Inilah Penyebab & Cara Mengatasinya!
Cara Mengatasi Mata Cekung pada Bayi Akibat Dehidrasi
Mata cekung pada bayi merupakan salah satu tanda bahaya dehidrasi berat yang menunjukkan bahwa tubuhnya telah kehilangan banyak cairan dan elektrolit penting.
Dalam kondisi ini, penanganan tidak boleh dilakukan sendiri di rumah dengan hanya memberikan minum atau oralit biasa. Bayi harus segera mendapatkan penanganan medis dari dokter.
Berikut adalah langkah penanganan yang wajib dilakukan:
- Segera bawa bayi ke rumah sakit: Dehidrasi berat adalah kondisi darurat medis yang mengancam nyawa. Jadi, segera pergi ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit terdekat karena kondisi ini dapat memburuk dengan sangat cepat pada bayi.
- Pemberian cairan melalui infus: Di rumah sakit, dokter akan memberikan cairan dan elektrolit langsung melalui infus (intravena) atau melalui selang nasogastrik (selang dari hidung ke lambung). Hal ini bertujuan untuk mengembalikan volume cairan tubuh dan mengoreksi keseimbangan elektrolit secara cepat dan aman.
- Penanganan medis di bawah pengawasan dokter: Selama di rumah sakit, dokter dan tim medis akan terus memantau tanda-tanda vital bayi, memeriksa fungsi organ dan kadar elektrolit melalui tes darah jika diperlukan, serta mencari dan mengobati penyebab utama dehidrasi.
Ketika dehidrasi sudah ditangani dan kondisi bayi mulai membaik, mata yang tadinya cekung akan kembali normal seiring terpenuhinya kebutuhan cairan tubuh.
Demikian penjelasan mengenai penyebab mata cekung pada bayi, yang umumnya disebabkan oleh dehidrasi berat. Setelah dehidrasi teratasi, idealnya kondisi mata bayi akan kembali normal. Namun, jika mata bayi tetap tampak cekung, tidak sejajar (juling), atau sering berkedip secara tidak wajar, ini saatnya orang tua melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Layanan Children Eye & Strabismus Center di JEC Eye Hospitals and Clinics hadir untuk membantu mendeteksi dan menangani berbagai gangguan penglihatan pada anak sejak dini, mulai dari kelainan refraksi, mata juling (strabismus), hingga kondisi struktural lain pada mata yang memerlukan evaluasi oleh dokter spesialis mata.
Dengan begitu, anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa terganggu oleh masalah penglihatan.
Baca juga: Penyebab Mata Sipit, Bisa Jadi Tanda Kondisi Medis Tertentu!
ENG